BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN
STUDI KEPUSTAKAAN
2.1. Landasan Teoritis
2.1.1. Pengertian Kualitas
Pengertian atau definisi kualitas mempunyai cakupan yamg sangat luas, relatif, berbeda-beda dan berubah-ubah, sehingga definisi dari kualitas memiliki banyak kriteria dan sangat bergantung pada konteksnya terutama jika dilihat dari sisi penilaian akhir konsumen dan definisi yang diberikan oleh berbagai ahli serta dari sudut pandang produsen sebagai pihak yang menciptakan kualitas. Konsumen dan produsen itu berbeda dan akan merasakan kualitas secara berbeda pula sesuai dengan standar kualitas yang dimiliki masing-masing.
Adapun pengertian kualitas menurutAmerican Society for Quality yang dikutip dari buku Heizer dan Barry Render (2015:244) : “Keseluruhan fitur dan karakteristik sebuah produk dan jasa yang mengandalkan pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dijanjikan tersirat”.
Heizer dan Barry Render (2015:245) juga mengemukakan definisi kualitas dibagi kedalam beberapa kategori, berdasarkan pada pengguna (user based) mereka mengusulkan kualitas tersebut “terlihat pada mata yang melihatnya” orang pemasaran menyukai pendekatan ini begitu pula pelanggan. Bagi mereka, kualitas yang tinggi berarti kinerja yang lebih baik, fitur yang bagus, dan peningkatan lainnya terkadang mahal. Bagi manajer produksi, kualitas adalah berdasarkan pada manufakturing (manufacturing based). Mereka percaya bahwa kualitas berarti sesuai dengan standar dan “membuatnya dengan benar pada kali pertama”. Namun berdasarkan pada produk (product based), yang melihat kualitas sebagai variabel yang tepat dan dapat diukur.
2.1.2. Manajemen Kualitas
Rusdiana (2014:221-222) mendefinisikan manajemen kualitas sebagai semua aktivitas dari fungsi manajemen secara keseluruhan yang menentukan kebijaksanaan kualitas, tujuan, dan tanggung jawab, serta mengimplementasikannya melalui alat-alat seperti berikut ini:
1. Perencanaan kualitas (quality planning)
Perencanaan adalah penetapan dan pengembangan tujuan dan kebutuhan untuk kualitas serta penerapan sistem kualitas.
2. Pengendalian kualitas (quality control)
Pengendalian kualitas adalah teknik dan aktivitas operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan kualitas.
3. Jaminan kualitas (quality assurance)
Jaminan kualitas adalah semua tindakan terencana dan sistematis yang diimplementasikan dan didemonstrasikan untuk memberikan kepercayaan yang cukup bahwa produk akan memuaskan kebutuhan untuk kualitas tertentu.
4. Peningkatan kualitas (quality improvement)
Peningkatan kualitas adalah tindakan-tindakan yang diambil untuk meningkatkan nilai produk pelanggan melalui peningkatan efektivitasdan efisiensi dari proses dan aktivitas melalui struktur organisasi.
2.1.3. Dimensi Kualitas Produk
Gasperz (2005:37-38) ada 8 dimensi kualitas yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik kualitas barang, yaitu sebagai berikut :
1. Performa (performance)
Berkaitan dengan aspek fungsional dari produk dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan ketika ingin membeli suatu produk.
2. Keistimewaan (features)
Merupakan aspek kedua dari performasi yang menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya.
3. Kehandalan (reliability)
Berkaitan dengan kemungkinan suatu produk berfungsi secara berhasil dalam periode waktu tertentu dibawah kondisi tertentu.
4. Kesesuaian(conformance)
Berkaitan dengan tingkat kesesuain produk terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan.
5. Daya tahan (durability)
Merupakan ukuran masa pakai suatu produk, karakteristik ini berkaitan dengan daya tahan dari produk itu.
6. Kemudahan perawatan dan perbaikan (serviceability)
Merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan/kesopanan, kompetensi, kemudahan, serta akurasi dalam perbaikan.
7. Estetika (estahetics)
Merupakan karakteristik mengenai keindahan yang bersifat subjektif sehingga berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi atau pilihan individual.
8. Kualitas yang dirasakan (perceived quality)
Bersifat subjektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengkomsumsi produk, seperti meningkatkan harga diri.
Post a Comment
Post a Comment