negara atau perusahaan tak bisa dipimpin oleh kebohongan. sekali anda memimpin dengan kebohongan sebagai cara meraih kekuasaan, manipulasi dan destruksi menjadi tak terelakan. hasil akhir dari tindakan kebohongan adalah pembodohan dan pengabaian atau peremehan rakyat secara berkelanjutan.
demokrasi sejati menghendaki prosesi pemilihan sebagai ikhtar mempromosikan kebenaran. ditilik dari suatu perspektif, kebenaran tak lain adalah ketidaktertutupan. itulah sebabnya mengama asa fairness, kejujuran dan keterbukaan mendarahi seluruh proses pemilihan.
kondisi jasmani juga rohani calon presiden dan wakil presiden harus diperiksa, sumber pendanaan kampanye harus diaudit. tim kampanye harus diverifikasi, informasi daftar pemilih , arus masuk dan tabulasi suara harus bisa diakses, lembaga survei dan penyiaran harus bsa dicek, serta lembaga pemilihan harus bisa diawasi. diatas landasan itu pula , mengapa pada masa kampanye diperlukan arena perdebatan.
menjadi pemimpin tidak sekedar impian berbekal modal, manipulasi pencitraan dan komedi omong. tetapi memerlukan kemampuan kualitatif yang tercermin dalam visi yang terang dan konsep matang. visi dan konsep mereka menentukan arah perjalanan bangsa lima tahun mendatang. oleh karena tu perlu duji dalam perdebatan politik.
keseriusan pemimpin dalam merumuskan visi dan program untuk menghadapi tantang kedepan akan memberikan kesiapan dan kerangka kerja mereka yang lebih jelas. ditangan pemimpinlah hitam putihnya masa depan organisasi dipertahuhkan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
berdasarkan case kepemimpinan di atas maka dapat ditarik kesimpulan, buatlah kesimpulannya.

Post a Comment
Post a Comment