-->

BAB II Kepuasan Kerja, teoari kepuasan kerja, faktor-faktor kepuasan kerja

BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN

2.1. Landasan Teori
2.1.1. Pengertian Kepuasan Kerja

Menurut Fathoni (2011:60) kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Mangkunegara (2015:117) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong/tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Sedangkan Wibowo (2014:413) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima.
 Rivai dan Sagala (2011:856) menyatakan bahwa kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Sedangkan Tunggal (2012:91) mengemukakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri karyawan yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upah atau gaji yang diterima. Kemudian menurut Sunyoto (2013:26), kepuasan kerja (job satisfaction) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau menyenangkan di mana para karyawan memandang pekerjaannya.

2.1.2. Teori Kepuasan Kerja
Menurut Rivai dan Sagala (2011:480), teori kepuasan kerja antara lain :
1.    Teori Ketidaksetaraan (Discrepancy Theory)
Teori ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.
2.    Teori Keadilan (Equety Theory)
Teori ini mengemukakan bahwa orang akan merasa puas/tidak puas, tergantung pada ada/tidak adanya keadilan (equity) dalam suatu sistem, khususnya sistem kerja.
3.    Teori 2 faktor (Two Factor Theory)
Menurut teori ini kepuasan kerja&ketidak puasan kerja itu merupakan hal yang berbeda. Kepuasan & ketidakpuasan itu bukan satu variabel yang continue.
Selanjutnya menurut Sunyoto (2013:27) teori kepuasan kerja terdiri dari:
1.    Discrepancy theory
Teori ini pertama kali dipelopori oleh Porter. Ia mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.
2.    Equity Theory
Prinsip teori ini adalah bahwa orang akan merasa puas dan tidak puas, tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan (equity).
3.    Two Factor Theory
Prinsip teori ini bahwa kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda, artinya kepuasan dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan tidak merupakan variabel yang kontinu.

2.1.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Rivai dan Sagala (2011:860) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sangat banyak jumlahnya, seperti gaya kepemimpinan, produktivitas kerja, perilaku, locus of control, pemenuhan harapan penggajian dan efektivitas kerja. Sedangkan Sunyoto (2013:28) untuk mengukur kepuasan kerja seorang karyawan melalui:
1.    Faktor hubungan antar karyawan; antara lain hubungan antara manajer dengan karyawan, faktor fisik dan kondisi kerja, hubungan sosial di antara karyawan, dan sugesti dari teman sekerja.
2.    Faktor individual, hubungan denggan sikap orang terhadap pekerjaan, usia orang dengan pekerjaan, dan jenis kelamin.
3.    Faktor keadaan keluarga
4.    Rekreasi meliputi pendidikan.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter