-->

bab ii merek, brand loyalti dan fungsi brand loyalty


BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN

2.1 Landasan Teori
2.1.1  Pengertian Merek
Kotler dan Keller (2009:258) menyatakan bahwa merek sebagai nama, istilah, symbol, rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Rahman (2010:179), American Marketing Association mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, simbol, rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Menurut Susanto dan Wijanarko (2009:95), menjelaskan bahwa merek yang dimaksud adalah tanda yang berupa gambar, kata, huruf, angka, susunan warna, atau kombiasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan barang atau jasa.
Menurut Tjiptono (2008:2), merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang  dan jasa. Selanjutnya menurut Ferrinadewi (2008:138), merek adalah sejumlah citra dan pengalaman dalam benak konsumen yang mengkomunikasikan manfaat yang dijanjikan produk yang di produksi oleh perusahaan tertentu.

2.1.2. Pengertian Brand Loyalty
Menurut Simamora (2010:439), loyalitas merek (brand loyalty) mengacu pada tingkat komitmen para pelanggan terhadap sebuah merek tertentu. Manfaat utama dari loyalitas merek adalah adanya jaminan terhadap kerugian pangsa pasar yang signifikan manakala kompetitor baru memasuki ajang pertarungan. Selanjutnya Hasan (2013:158) menyatakan bahwa loyalitas merek (brand loyalty) adalah merupakan ukuran kedekatan pelanggan pada sebuah merek, dan perasaan positif terhadap suatu merek. Menurut Sunyoto (2014:109), loyalitas merek merupakan identitas produk dan kualitas produk yang selalu dicari konsumen dan membelinya berulangkali, yang menandakan bahwa perusahaan telah sukses menciptakan pelanggan.

2.1.3. Fungsi Brand Loyalty
Ferrinadewi (2008:76) menyatakan bahwa terdapat beberapa fungsi dari loyalitas merek (Brand Loyalty), yaitu:
1.        Mengurangi biaya pemasaran
Apabila brand loyalty meningkat, maka biaya pemasaran akan semakin mengecil. Hal ini disebabkan mempertahankan pelanggan lama lebih murah disbanding mencari pelanggan baru.
2.        Meningkatkan perdagangan
Loyalitas konsumen yang kuat terhadap suatu merek akan memperkuat keyakinan para perantara pemasaran sehingga mampu meningkatkan volume perdagangan.
3.        Menarik minat pelanggan baru
Pelanggan yang puas akan suatu merek produk, umumnya akan merekomendasikannya kepada orang lain sehingga secara tidak langsung akan menciptakan pelanggan baru.
4.        Memberi waktu untuk merespon ancaman pesaing
Apabila produk pesaing yang unggul, pelanggan yang loyal akan memberikan waktu pada perusahaan untuk memperbaharui produknya.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter