-->

bab II sikap konsumen, kualitas, dan motivasi

BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN

2.1 Landasan Teoritis
2.1.1  Motivasi Konsumen
Setiadi (2010:25) mendefinisikan motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi konsumen yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan membeli. Dengan adanya motivasi pada diri seseorang akan menunjukkan suatu perilaku yang diarahkan pada suatu tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan. Selanjutnya menurut Angel (Setiadi, 2010:25), motivasi konsumen adalah kecenderungan dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi konsumen meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.

Menurut Merle (Setiadi, 2010:26), motivasi konsumen didefinisikan sebagai inisiasi dan pengarahan tingkah laku dan pelajaran motivasi sebenarnya merupakan pelajaran tingkah laku. Kemudian Flippo (Setiadi, 2010:26) menyatakan bahwa motivasi konsumen adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai

2.1.2  Tujuan Motivasi
Menurut Setiadi (2010:31), motivasi konsumen bertujuan:
1. Meningkatkan kepuasan
2. Mempertahankan loyalitas
3. Efisiensi
4. Efektivitas
5. Menciptakan suatu hubungan yang harmonis antara produsen dan penjual dan pembeli atau konsumen.
Menurut Arijanto (2012:12), tujuan motivasi konsumen adalah menggerakkan dalam diri individu untuk bertindak. Tindakan ini dikarenakan untuk memenuhi  kebutuhan, hasrat dan keinginan. Selanjutnya menurut Suharno dan Sutarso (2010:90), tujuan motivasi secara umum untuk memenuhi lima tingkat kebutuhan, yaitu:
1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan keamanan
3. Kebutuhan bersosialisasi
4. Kebutuhan akan penghargaan
5. Kebutuhan aktualisasi diri
Menurut Hasan (2009:133), tujuan motivasi adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen manusia seperti kebutuhan fisik, rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri.
2.1.3  Persepsi Kualitas
Menurut Sumarwan (2002:7), persepsi terhadap kualitas dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi, dimana pengertian sensasi adalah aktivitas merasakan atau penyebab keadaan emosi yang menggembirakan. Sedangkan Suryani (2008:118) mendefinisikan persepsi kualitas sebagai penilaian konsumen secara langsung atau tidak langsung terhadap produk yang sudah dibeli atau yang pernah dikonsumsinya. Menurut Hasan (2009:142), persepsi merupakan proses  individu memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan-masukan informasi yang dapat menciptakan gambaran obyek yang memiliki kebenaran subyektif, memiliki arti tertentu, dapat dirasakan melalui perhatian.
2.1.5  Sikap Konsumen
Mowen dan Minor (2002:319) menyatakan bahwa sikap adalah inti dari rasa suka dan tidak suka bagi orang, kelompok, situasi, objek, dan ide-ide tidak berwujud tertentu. Menurut Setiadi (2010:214), sikap adalah suatu mental dan syaraf sehubungan dengan kesiapan untuk menanggapi, diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan dan atau dinamis terhadap perilaku.    Menurut Hawkins (Ferrinadewi, 2008:94), sikap konsumen adalah proses pengorganisasian motivasi, emosi, persepsi dan kognitif yang bersifat jangka panjang dan berkaitan dengan aspek lingkungan di sekitarnya. Sedangkan Hasan (2009:137), sikap konsumen adalah apa yang dipikirkan/diyakini dan dirasakan serta berhubungan dengan stimuli pemasaran dan lingkungan yang kita hadapi.

Related Posts

1 comment

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter