terjun kedunia bisnis merupakan hal yang tabu bagi seorang putri keraton. inilah sebuah ungkapan pengalaman B.R.A Mooryati Soedibjo yang memutuskan terjun menjadi wirausaha setelah usia 50 tahun dengan modal dengkul. mengubah paradigma keraton menjadi pebisnis tidak mudah.
orang berpendapat bahwa untuk memulai suatu usaha, sebaiknya dilakukan pada usia muda, karena pada usia muda umumnya masih penuh dengan potensi dan jiwa bisnis yang dinamis sehingga pada usia paruh baya sudah dapat mencapai prestasi gemilang, dan yang lebih penting dapat melakukan regernerasi dengan baik pula. namun berdasarkan pengalam B.R.A Mooryati Soedibjo persyaratn ini tidak berlaku. faktor usia bukanlah satu-satunya yang paling menentukan dalam berwirausaha.
selain faktu usia ada hal-hal pentng lain yang mempengaruhi dalam berwirausaha antara lin memiliki tekad dan semangat yang kuat, memiliki percaya diri yang tinggi, senantiasa melahirkan ide-ide baru dan semangat mengantisipasi masa depan, kemauan atau niat yang kuat akan sangat banyak membuahkan hasil daripada modal yang besar, dan menggunakan modal kegigihan nda kemauan meruapakan modal utama, karena modal ini tidak dapat dibeli dan atau dipinjam dari orang lain, sedangkan yang mengandalkan modal berupa dana (uang) dapat dipinjam dari bank atau lembaga non keuangan lainnya.
menurut Benyamin ada empat hal yang pelu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan, diantara memilih karir yang anda senangi, memberikan yang terbaik yang ada pada diri anda, memanfaat kan kesempatan dan menjadi anggota kelompok (bekerja sama dengan tim) yang kompak.
ada pendapat yang menyatakan bahwa sebuah kesuksesan lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata, tetapi sebuah sukses terwujud karena beberapa hal, dianratanya diikhtiarkan, melalui perencanaan yang matang, ada keyaknan, kerja keras, keuletan dan niat baik.
untuk terjun dan sukses memasuki dunia kewirausahaan, hendaknya kita bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita benar-benar menyenangi bidang yang kita geluti tersebut. karir yang kita pilih hendaknya searah dengan panggilan jiwa dan sesuai dengan bakat serta punya prospek yang baik, namun bidang apapun yang kita pilih tidak akan terlepad dari perjuangan dan kompetisi, janganlah kompetisi dianggap sebagai momok yang menakutkan tetapi justru jadikanlah hal ini sebagai cambuk untuk bekerja lebih rajin, giat dan tekun.
salah sorang wirausaha yang berhasil menjadi contoh adalah Mooryati Sodibjo, ia lahir di Surakarta 5 Januari 1928 dan sejak usia 3 tahun dibesarkan eyangnya Sr Susuhunan Paku Buwono X dan Gusti Kanjeng Ratu mas di Keraton Surakarta. di keraton ini lah pada mas aitu terkenal sebagai pusat kebudayaan jawa, ia mendapat pendidikan secara tradisional mengenai seni tari, karawitan, membatik, ngadi busono, membuat jamu dan kosmetika tradisional, bahasa dan sastra jawa serta bidang seni lainnya. ia juga mendapat pelajaran berharga tentang resep jamu dan kosmetika tradisional yang pada masa itu masih merupakan rahasia keluarga sendiri dan merupan misteri bagi masyarakat luas.
pengalaman selama tinggal dikeraton itu ternyata kemudian menjadi bekal berharga dalam memasuki kiprah dunia usaha dibidang jamu dan kosmetika tradisional. bermula dari industri rumah tangga dengan modal Rp 25.000 tahun 1973, ia berupaya mengembangkan usaha yang masih dianggap suatu yang baru. pada tahun 1975 jamu yang diproduksi berjumlah 6 macam yaitu perawatan wanita paripurna, perawatan remaja putri, sedet saliro, sepetan sari, kesepuhan dan beberapa kosmetika seperti lulur, mangir, bedak dingin, air mawar dan lain-lain. dengan jumlah karywan 10 orang.
dengan uang yang dkumpulkan dari hasil penjualan produk ia memperoleh kepercayaan dari BNI sebesar 150 juta yang digunakan mendirikan bangunan seluar 2000 m 2, yang menghabiskan dara 100 juta dan bersa 50 juta yang dipakai penambahan modal kerja. pada tanggal 8 April 1981 pabrik PT. Mustika Ratu diresmikan menteri kesehatan Dr. Suwardjono Suryaningrat dengan karyawan 150 orang. sebagai pemimpin tunggal pada awalnya dianggap sebagai pengusaha non profesional ia memimpin dan sekaligus menangani bidang produksi, promosi, pemasaran, keuangan dan lain-lain.
akibatnya banyak pekerjaan yang tidak tertangani serta banyak membuang waktu tenaga dan dana. ia bekerja dengan cara learning by doing dan dilakukan karena beliau tidak mempunyai basis pendidikan formal dibidang bisnis.
dari pengalaman bergaul dengan rekan-rekan pengusaha lainnya ia kemudian lebih mengetahui bahwa sebuah perusahaan memerlukan manajemen dan penatan oraganisasi secara profesinal. pemasaran kemudian digiatkan, promosi berskala nasional maupun lokal. produksi dilakukan dengan quality control dan melakukan research and development.
semakin tinggi permintaan pasa akan produk Mustika Ratu menimbulkan :
1. tantangan dan hambatan seperti arus kas berkurang
2. persaingan semakin tajam
3. permasalah yang semakin kompleks
4. menyakut pula pengaturan banyak orang dengan berbagai sikap dan tabiatnya.
namun demikian dengan kemjuan yang dicapai tantangan dan hambatan itu boleh dikatakan tidak berarti.
produk dari Mustika ratu kemudian diperkenalkan di luar negeri seperti Malaysia, Jepang dan jerman.
Konsumen dijepang berdasarkan research diketahui bahwa mereka mementingkan produk yang praktis dalam pemakaian dan terbuat dari bahan-bahan alamiah tanpa wewangian tambahan (back to nature) dan kecintaan pada lingkungan hidup sehngga produk dari Mustka Ratu mudah diterima di jepang.
Konsumen di Malaysia lebih mengutamakan produk yang halal karena sesuai dengan negara tersebut yang mayoritas Islam. sehingga produk dari Mustika Ratu disenangi yang tidak menggunakan bahan bahan non halal.
konsumen di Jerman menyukai produk muskita ratu karena terbuat dari tumbuh-tumbuhan. karena masyarakat ini sangat mencintai bianga dan pada produk Mustika Ratu hanya terbuat dari tumbuh-tumbuhan. kemudian produk dari Mustika ratu tidak dilakukan percobaan pada binatang, produk mengutamakan bahan herbal, tanama herbal dibesarkan non sintetis, produk diproses tangan-tangan wanita, keamanan pemakaian terjamin.
pendistribusian dilakukan dengan membutuhkan strategi pemasaran yang tdak terlepat dari marketing mix.
bahan pertemuan 1 dan 2 klik disini https://drive.google.com/drive/my-drive
Post a Comment
Post a Comment